April 16, 2024

Prosedur Ortho-K, Mengoreksi Mata Minus dan Silinder Tanpa Tindakan Bedah

Pengguna kacamata pasti paham, terhadap suatu waktu terpaksa kudu membebaskan kacamata karena tidak kemungkinan menggunakannya waktu berenang atau berlari. Meskipun diperlukan untuk mempertajam penglihatan, tapi kacamata terhadap suatu kesempatan dapat mengganggu aktivitas tersebut

Dr. dr. Tri Rahayu SpM(K), dari Pelayanan Lensa Kontak dan Mata Kering, Jakarta Eye Center, di Jakarta (13/11) menjelaskan, fenomena penderita miopia (mata minus) sebenarnya meningkat tajam di dalam lebih dari satu tahun terakhir. Bahkan di kalangan anak-anak, makin banyak yang berkacamata.

“Khusus terhadap anak-anak, mereka yang kudu lakukan hobi yang memerlukan gerakan cepat seumpama sepakbola, atau balet maka dapat kesusahan bersama dengan kacamata, lebih-lebih dapat membahayakan kalau kacamata jatuh dan pecah lensanya,” mengerti dr. Tri.

Selain itu dari sisi penampilan, kacamata diakui mengganggu. Para remaja putri terlebih pasti idamkan tampil cantik tanpa kacamata. Tak jarang remaja yang berkacamata memadai tidak tipis sering menjadi bahan bullying.

Karena alasan-alasan tersebut, banyak orang yang enggan kenakan kacamata, termasuk orang dewasa. Misalnya pekerja yang memerlukan aktivitas berat layaknya pemadam kebakaran, polisi di lapangan, dan profesi lainnya.

Sebenarnya ada prosedur mengoreksi mata minus tanpa bedah Lasik yang udah populer itu. Nama prosedurnya adalah Ortho-K. Sebelum Kamu mengerti bagaimana prosedur Ortho-K dilakukan, kenali pernah penyebab mata minus Orthokeratology .

Baca juga: 7 Hal Penting di dalam Merawat Kacamata

Penyebab Miopia atau Mata Minus
Mata minus di dalam dunia medis adalah gangguan refarkasi yang siebut miopia, yaitu kalau sinar yang masuk ke mata tidak jatuh di fokus retina, tapi di depan retina. Akibatnya waktu lihat object yang jauh, penglihatan dapat kabur (tidak jelas). Agar sinar jatuh pas di titik fokus retina, penderita mata minus kudu manfaatkan lensa minus.

Salah satu penyebab miopia adalah aktivitas yang menggunaan penglihatan terlampau dekat. Misalnya manfaatkan gadget, mengetik di laptop, atau menyaksikan televisi, di dalam jarak dekat dan di dalam waktu yang terlampau sering

Prevalensi mata minus, terhadap dewasa maupun anak-anak umur sekolah, memadai tinggi. Menurut dr. Tri, penelitian yang pernah dilakukan staf dokter mata di FKUI tahun 2010 mendapatkan 52,78% penduduk di daerah urban layaknya Jakarta dan 20.24% di daerah pedesaan manfaatkan kacamata minus. Penelitain lain terhadap anak SMP di Jakarta, tak tidak cukup 35% murid memiliki mata minus

“Mata minus kudu dicegah sehingga minusnya tidak makin tinggi, karena berisiko mengakibatkan penipisan retina di mana di retina banyak sekali saraf-saraf optik yang kalau teregang terlampau berat dapat putus dan mengakibatkan kebutaan,” mengerti dr. Tri. Selain itu, mata minus termasuk dapat mengakibatkan katarak, glaukoma, dan gangguan mata lain yang lebih berat.

Baca juga: Tips Memilih Kacamata yang Tepat untuk Anak

Prosedur Mengurangi Mata Minus Tanpa Bedah bersama dengan Ortho-K
Bagi penderita mata minus yang tidak mau manfaatkan kacamata, dan tidak mau merintis Lasik, dapat coba prosedur Ortho-Keratologi (Ortho-K). Ini adalah metode untuk mengoreksi penglihatan terhadap pengidap mata minus bersama dengan atau tanpa silinder. Keunggulan metode ini adalah tanpa bedah atau tidak melibatkan pisau mirip sekali.

Ortho-K dapat mengakibatkan penderita mata minus terbebas dari kacamata, walau sementara. Bagaimana cara kerja Ortho-K ini? Ortho-K adalah prosedur mendatarkan lensa mata manfaatkan lensa kontak khusus. Bentuk lensa kontaknya bentuknya berlainan dari lensa kontak biasa. Bentuk lensanya lebih kaku dan datar di sedang dan menonjol di pinggir.

Lensa ini dipakai waktu tidur, minimal 8 jam. Tujuannya adalah untuk mendatarkan kornea. Ketika penggunanya bangun di pagi hari, maka wujud korneanya masih datar akibat efek lensa Ortho-K. “Efek kornea yang datar adalah mengakibatkan penglihatan menjadi terang karena minusnya hilang, sejak pagi hari hingga sore menjelang malam. Memang efek lensa datar ini cuma sementara. Malam hari lensa dipakai kembali,” mengerti dr. Tri.

Sebenarnya, lanjut dr. Tri, cara kerja Ortho-K mirip lasik. Lasik adalah prosedur mendatarkan kornea bersama dengan pisau (operasi). Hasilnya lebih permanen. Tetapi prosedur Ortho-K ini terlampau tanpa bedah.

Baca juga: Cozi Lasik, Prosedur Lasik Mata bersama dengan Teknologi Terbaru

Siapa saja Kandidat untuk Ortho-K?
Semua umur dapat manfaatkan Ortho-K, selama memiliki mata minus. Sangat direkomendasi bagi anak-anak bersama dengan minus progresif, yaitu minus yang cepat bertambah, dan pekerja yang memerlukan kecepatan dan aktif.

Prosedur Ortho-K tapi memiliki keterbatasan, yaitu cuma dapat digunakan hingga minus maksimal 6, bersama dengan atau tanpa silinder hingga 2,5. Meski begitu, bagi yang tidak idamkan merintis lasik, dan memiliki minus di atas 6, prosedur ini tetap menambahkan manfaat, yaitu menipiskan ketebalan kacamata.

“Misalnya pasien minus 10, bersama dengan Ortho-K minusnya cuma dapat dikurangi 6, menjadi minusnya tinggal 4 dan ia tidak kudu manfaatkan kacamata untuk minus 10, memadai minus 4 saja,” mengerti dr. Tri.

Jadi, prosedur ini rasanya sesuai buat mata minus Kamu, jangan risau karena Ortho-K terlampau aman. Lensa kontak memiliki kekuatan hantar oksigen tinggi sehingga aman digunakan waktu tidur. Materialnya udah disetujui oleh FDA, dan lebih-lebih di dalam ujicoba dapat tidak dibukan hingga 30 hari dan tetap aman.

Setelah manfaatkan Ortho-K, Kamu kudu lakukan cek up ke dokter keesokan harinya, seminggu, dan sebulan sesudahnya. Untuk perawatan harian, Kamu cuma kudu lakukan perawatan rutin, layaknya pengguna lensa kontak terhadap umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *